🏓 Budaya Barat Yang Perlu Dicontoh Sebagai Dampak Positif Globalisasi Adalah

Dampakpositif globalisasi termasuk kemudahan dalam memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan serta meningkatkan produktivitas. Globalisasi sering menjadi topik di berbagai pemberitaan, baik media cetak maupun elektronik. Globalisasi menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah proses masuknya ke ruang lingkup dunia.
Soal ujian akhir semester PKN SMA 17. Budaya barat yang perlu dicontoh sebagai dampak positif globalisasi adalah….. a. Paham sekularisme b. Individualisme yang tinggi c. Nongkrong di café dan Mall d. Kerja keras, disiplin, dan tepat waktu e. Gaya hidup bebas kerja keras disiplin dan tepat waktu
Globalisasisendiri memiliki dampak positif dalam berbagai bidang, yaitu: 1. Berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Perkembangan ilmu pengetahuan yang cepat membawa perubahan yang cepat pula dalam bidang teknologi. Globalisasi membawa masyarakat melakukan penyesuaian terhadap perubahan sosial budaya.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Globalisasi adalah suatu integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia. Globalisasi berasal dari kata globalization. Global artinya dunia, sedangkan lization artinya proses. Globalisasi merupakan suatu fase perubahan yang dialami oleh masyarakat di berbagai penjuru dunia. Ciri khas dari era globalisasi yaitu semakin kaburnya batas-batas geografis antar negara. Pertukaran informasi serta arus barang maupun jasa tidak lagi hanya dilakukan dalam cakupan negara lokal,nasional namun juga merambah lintas negara global, internasional. 10/08/2020Dalam globalisasi terkandung suatu pengertian akan hilangnya satu situasi dimana berbagai pergerakan barang dan jasa antar negara diseluruh dunia dapat bergerak bebas dan terbuka. Dengan terbukanya satu negara dengan negara lain, yang terjadi adalah masuknya bukan hanya barang dan jasa, tetapi juga teknologi, pola konsumsi, pendidikan, nilai budaya dan lain-lain. jurnal ilmiah CIVIS 10/08/2020Fenomena ini melibatkan integrasi ekonomi, budaya, kebijakan pemerintah, geknologi, ilmu pengetahuan dan gerakan politik di seluruh dunia. Ini merupakan faktor utama dalam globalisasi yang semakin mendorong saling ketergantungan aktivitas ekonomi dan budaya. 10/08/2020 Baca juga Ekspos Kebudayaan Lokal Jombang melalui Festival Watu Gilang Globalisasi menimbulkan berbagai masalah dalam bidang kebudayaan, misalnya hilangnya budaya asli suatu daerah atau suatu negara, menurunnya rasa nasionalisme dan patriotisme, hilangnya sifat kekeluargaan dan gotong royonh, kehilangan kepercayaan diri, dan juga gaya hidup yang tidak sesuai dengan adat kita seperti kebudayaan barat yang menyebar dan mulai banyak di tiru oleh kalangan barat masuk dengan mudah nya ke Negara kita itu disebabkan oleh adanya faktor, dan salah satu faktornya adalah di karenakan adanya krisi globalisasi yang telah mempengaruhi masyarakat-masyarakat di Negara kita. Pengaruh dari kebudayaan barat ini penyebarannya sangat cepat dan meluas dikarenakan adanya kemajuan saja ini akan menimbulkan pengaruh yang sangat besar bagi sistem sosial dan budaya lokal yang ada di Negara kita. Pengaruh budaya barat yang berjalan dengan cepat ini akan menimbulkan terjadi nya goncangan sosial atau culture shock yaitu suatu keadaan yang dimana masyarakat nya tidak mampu atau tidak siap menahan berbagai pengaruh budaya-budaya luar yang masuk ke Negara terjadilah ketidak seimbangan di dalam sebuah kehidupan masyarakat yang bersangkutan tersebut, selain adanya krisis globalisasi yang terjadi akibat masuknya budaya barat ke Negara kita hal tersebut juga menimbulkan terjadinya multi efek yaitu perkembangan teknologi dan masuknya budaya luar ke Negara kita tanpa kita sadari dengan seiring berjalannya waktu secara perlahan mulai menghancurkan kebudayaan lokal yang ada di Negara kita. Baca juga Pesta Rakyat Gawai Dayak, Kebudayaan Lokal yang UniversalKehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu ada pengaruh positif dan ada pula pengaruh negatifnya. Adapun dampak dari globalisasi bagi kebudayaan Indonesia yaituDampak positif globalisasi bagi kebudayaan di IndonesiaMempermudah proses pembuatan alat musik tradisional. Biasanya masyarakat Indonesia membuat alat musik tradisional secara manual dan memerlukan waktu yang lama. Tetapi sekarang masyarakat Indonesia tidak perlu membuat alat musik secara manual lagi, karena dengan adanya globalisasi kebudayaan masyarakat Indonesia dengan mudah membuat alat-alat musik tradisional dengan bantuan mesin-mesin canggih yang membantu porses pengerjaannya dan tentu saja menghemat tenaga dan Indonesia lebih dikenal di manca negara dengan perkembangan teknologi seperti media elektronik dan pertukaran pelajar, sehingga kebudayaan Indonesia dapat dikenal dan dipelajari oleh pelajar luar negeri. 1 2 Lihat Pendidikan Selengkapnya Ilustrasiteknologi (Shutterstock) Kehadiran globalisasi memberikan dampak positif dalam perkembangan budaya lokal. Ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi berkembang dan dapat mendorong masyarakat untuk berpikir lebih maju. Pengaruh positif lainnya adalah berkembangnya ekonomi pariwisata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Globalisasi adalah fenomena khusus peradaban manusia yang terus bergerak dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global. Kehadiran teknologi informasi dan komunikasi akan mempercepat percepatan proses globalisasi ini. Globalisasi menciptakan tantangan dan masalah baru yang harus dijawab dan diselesaikan agar dapat memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan telah menjadi kata yang terdengar di seluruh dunia sejak awal abad ke-21, dan tidak dapat disangkal bahwa kekuatan dan kelemahannya selalu membentuk jalur globalisasi sebagai sebuah fenomena. Perubahan yang terjadi secara keseluruhan dirasakan dan mempengaruhi banyak orang di luar wilayah, negara dan budaya yang mempengaruhi gaya hidup dan lingkungan kita. Dunia terus berubah, dan globalisasi adalah dunia jaringan seolah-olah tidak ada batas. Atau, istilah McLuhan diadopsi sebagai desa global Fakih, 2006; McLuhan, 1994.Globalisasi pada hakekatnya telah menciptakan nuansa dan nilai budaya yang mempengaruhi selera dan gaya hidup masyarakat. Melalui media yang semakin terbuka dan terjangkau, masyarakat menerima banyak informasi tentang peradaban baru yang datang dari seluruh penjuru dunia. Faktanya, kami menemukan bahwa tidak semua warga negara dapat menilai posisi kami sebagai sebuah bangsa. Membanjirnya informasi dan budaya baru media baik media cetak maupun elektronik seringkali sangat tidak sesuai, misalnya dengan sikap dan norma yang berlaku di Indonesia. Globalisasi memiliki banyak interpretasi dari berbagai sudut. Beberapa menafsirkan globalisasi sebagai proses menyusutkan dunia atau mengubahnya menjadi desa kecil. Yang lain percaya bahwa globalisasi adalah upaya untuk menyatukan masyarakat dunia dalam hal gaya hidup, orientasi dan budaya. Pengertian lain tentang globalisasi menurut Barker 2004 adalah bahwa globalisasi adalah hubungan ekonomi, sosial, budaya dan politik global yang terus bergerak ke berbagai arah di seluruh dunia dan meresapi kesadaran kita. Konsep globalisasi oleh Robertson 1992 mengacu pada penyempitan dunia yang menggairahkan dan kesadaran yang meningkat akan dunia kita koneksi global yang berkembang dan pemahaman tentang koneksi ini. Penyempitan dunia dapat dipahami dalam konteks institusi modern, dan penguatan kesadaran dunia secara refleks dapat dianggap sebagai superior secara kultural. GLOBALISASI MEDIADilihat dari peran utama media massa yang mempengaruhi hati masyarakat, perkembangan media massa di Indonesia tentu saja tidak terbendung ke depan. Globalisasi media massa adalah proses alami. Globalisasi menutup kesenjangan antar negara dalam hal ruang, waktu dan globalisasi telah berlangsung sejak agama Hindu, Budha, atau Islam masuk ke Nusantara. Proses ini dapat diartikan sebagai bentuk globalisasi. Saat itu terbukalah sekat-sekat yang memisahkan wilayah dan budaya nusantara, dan akhirnya terjadilah akulturasi nilai-nilai yang ada dalam agama-agama tersebut. Namun dengan adanya globalisasi dunia komunikasi, globalisasi tersebut semakin maju seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan kata lain, pesatnya pertumbuhan sarana komunikasi mempercepat globalisasi Briggs dan Burke, 2006.Globalisasi adalah tren integrasi sosial ke dunia, terutama di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan media massa. Selain itu, para cendekiawan Barat mengatakan bahwa globalisasi adalah proses kehidupan yang menyeluruh dan tidak terbatas yang mencakup semua aspek kehidupan, baik politik, sosial, atau ekonomi, yang dapat dinikmati oleh setiap orang di dunia. Karena dunia dibentuk oleh pluralisme budaya, globalisasi sebagai suatu proses juga dicirikan sebagai peristiwa global dan antarbudaya yang secara bersamaan mewakili proses pengaruh antarbudaya. Perjumpaan antarbudaya tidak selalu merupakan proses timbal balik yang seimbang, tetapi juga merupakan proses mempelajari budaya yang satu ke budaya yang lain. Misalnya, budaya Barat memiliki dampak yang lebih besar pada budaya negara-negara BUDAYABudaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi budi atau akal diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia. 1 2 Lihat Humaniora Selengkapnya Sebab globalisasi cenderung berpengaruh besar terhadap perekonomian dunia, bahkan berpengaruh terhadap bidang-bidang lain seperti budaya dan agama. Theodore Levitte merupakan orang yang pertama kali menggunakan istilah Globalisasi pada tahun 1985. Jan Aart Scholte melihat bahwa ada beberapa definisi yang dimaksudkan orang dengan globalisasi - Adjarian, dalam Ilmu Sosiologi, globalisasi dipelajari sebagai bentuk pemersatu semua negara. Mengapa? Karena melalui globalisasi setiap negara bisa saling tukar informasi, pengetahuan dan teknologi. Apa itu globalisasi? Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena adanya pertukaran pandangan dunia, pemikiran, produk dan aspek lainnya. Baca Juga Mempelajari Definisi , Tujuan, Ciri-Ciri dan Macam-Macam Iklan Namun, globalisasi di tiap negara dapat memberikan dampak positif maupun juga negatif ya, Adjarian. Apakah Adjarian tahu apa saja dampak negatif dan positif dari globalisasi? Kalau belum tahu, yuk, simak penjelasan berikut! "Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena adanya pertukaran pandangan dunia, pemikiran, produk dan aspek lainnya."
budaya barat yang perlu dicontoh sebagai dampak positif globalisasi adalah
Dampaknegatif globalisasi pada bidang sosial dan budaya. Nilai-nilai Barat yang lebih mudah masuk ke Indonesia melalui internet, media televisi, dan media cetak, media ini banyak ditiru oleh masyarakat dan menjadi salah satu dampak positif dan negatif dari globalisasi. Penurunan nilai budaya lokal secara bertahap melahirkan gaya hidup Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Perubahan Budaya Di Era GlobalisasiPada era ini, sudah tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan Globalisasi yang menyertai kehidupan kita sudah semakin maju. Dengan adanya perubahan signifikan dari Globalisasi tersebut tentu menimbulkan beberapa Dampak diberbagai Aspek Kehidupan kita sekarang, oleh karena itu kita harus bisa menyaring bagaimana perkembangan Globalisasi yang kita lalui selama ini. Arus globalisasi sudah memberikan pengaruh terhadap aspek kehidupan terutama masyarakat pada bidang ekonomi sosial serta budaya, arus globalisasi ini membawa dampak positif begitupun juga terdapat dampak negatifnya terlihat sekali pada sikap masyarakat terutama pada kehidupan didalam budaya. sehingga bisa meleburkan budaya-budaya Negara khususnya Negara Indonesia oleh sebab itu kita secara tidak langsung dihadapi menggunakan dilema yang akbar dan kita harus wajib ikut dan dalam menanggulangi arus globalisasi ini yaitu melalui menjadikan tantangan supaya kita bisa memahami dan menyaring secara selektif dari terjadinya arus globalisasi yang secara logika mampu memperbarui pola kebudayaan Negara Indonesia. Globalisasi harus di tanggani secara serius, supaya budaya pada Indonesia tidak punah serta budaya Indonesia bisa bernilai di seluruh masyarakat dalam perubahan budaya di Era globalisasiProses perkembangan globalisasi diawali dengan kemajuan bidang teknologi informasi serta komunikasi yang semakin maju. Bidang tersebut artinya penegak globalisasi yang efektif serta tidak hanya teknologi informasi dan komunikasi saja yang terkena dampak karena perkembangan Globalisasi yang dahsyat ini, dari kemajuan bidang ini kemudian mempengaruhi bidang-bidang lain pada kehidupan, seperti bidang geografi, antropologi, sosial, budaya serta lain-lain. Contoh nya saja dengan Teknologi Internet yang semakin melebar, dengan menggunakan Smartphone saja kita sudah bisa berkomunikasi ke seluruh daerah yang ada didunia menggunakan internet. Nah, dari hal ini akan terbentuk hubungan sosial antarmasyarakat dunia atau global secara luas mirip aplikasi chating atau komunikasi untuk seluruh dunia jadi semua orang pada seluruh global mampu saling berkomunikasi dengan cepat hanya hitungan detik saja, pada akhirnya mereka akan saling memberikan pengaruh satu sama lain, terutama pada budaya daerah, seperti kebudayaan serta norma istiadat yang ada di Indonesia dan nilai-nilai yang terkandung di dalam kebudayaan tadi contohnya dari cara bergaya, berpakaian, berbicara dan lain-lain. Yang memiliki pengaruh paling besar pada globalisasi dibidang budaya ini ialah pemuda atau remaja dalam kehidupan sehari-hari, seperti cara mereka berpakaian, gaya rambut dan sebagainya. Jika masyarakat atau bangsa Indonesia tidak siap untuk mengelola budaya-budaya yang akan masuk dari peradaban globalisasi saat ini dan juga tidak dapat mengelola sebagian besar peluang yang ada untuk memperkenalkan semua kelebihan-kelebihan dari bangsa Indonesia itu sendiri, maka bangsa Indonesia akan menjadi korban yang hanyut dalam derasnya arus globalisasi Budaya di Indonesia Budaya adalah suatu tatanan yang telah terbentuk untuk menjadi acuan nilai masyarakat supaya negara memiliki karakteristik spesial serta sifat-sifat tertentu. tetapi, perkembangan globalisasi kebudayaan secara intensif terjadi di awal ke-20 dengan berkembangnya teknologi komunikasi, globalisa juga bisa menghilangkan batas budaya setiap bangsa. hubungan melalui media menggantikan hubungan fisik menjadi sarana utama komunikasi antarbangsa. Perubahan tersebut menghasilkan komunikasi yang lebih mudah dan gampang dilakukan, sehingga menimbulkan semakin cepatnya perkembangan globalisasi kebudayaan. Perubahan sosial budaya ialah tanda-tanda berubahnya unsur sosial serta bentuk budaya pada suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya ialah tanda-tanda umum dampak globalisasi. Banyak sekali faktor-faktor yang menyebabkan perubahan social budaya. di antaranya komunikasi; cara serta pola pikir masyarakat; faktor internal lain seperti perubahan jumlah penduduk, inovasi baru, terjadinya permasalahan atau revolusi; dan faktor eksternal seperti bencana alam serta perubahan iklim, peperangan, serta dampak kebudayaan rakyat lain. ada juga beberapa faktor yang Mengganggu terjadinya perubahan, contohnya kurang intensifnya hubungan komunikasi dengan masyarakat lain; perkembangan IPTEK yang lambat; sifat masyarakat yang sangat tradisional, terdapat kepentingan-kepentingan yang tertanam dengan kuat pada masyarakat, prasangka negatif terhadap hal-hal yang baru; rasa takut Bila terjadi kegoyahan pada rakyat Jika terjadi perubahan, hambatan ideologis, dan dampak norma atau dari era GlobalisasiPada perkembangan era globalisasi juga berdampak besar bagi seluruh kalangan pada masyarakat Indonesia, dampak dari semua ini membuat masyarakat Indonesia semakin menjadi warga yang modern menggunakan segala kemudahan yang ada serta teknologi yang semakin canggihpun mendukung manusia mendapatkan berita yang cepat sehingga manusia banyak bertambah ilmu pengetahuan yang luas dari seluruh dunia serta manusia dapata menikmati hidup yang lebih baik. sebab globalisasi ini sangat terkenal diseluruh dunia banyak juga masyarakat Indonesia makin berinovasi dalam membentuk hal-hal yang baru supaya Indonesia tidak ketinggalan jaman dan ini pun bisa mengubah pola pikir manusia jaman sekarang agar lebih menyayangi negaranya sendiri atau lebih menghargai bangsanya sendiri. Indonesia pun lebih praktis untuk melakukan impor ekspor kenegara lain. contohnya jika kita ingin membeli barang dari luar negri kita tidak perlu ke luar negri, cukup menggunakan e-commerce yang disediakan oleh beberapa perusahaan. Nah, itu merupakan salah satu dampak positif yang datang dari perkembangan globalisasi saat ini. Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya Globalisasiadalah meluasnya pengaruh ilmu pengetahuan dan kebudayaan di seluruh dunia, sehingga tidak jelas lagi batas yang membedakan pengetahuan dan budaya yang satu dengan yang lain. Intinya, karena globalisasi, kini tidak ada batas lagi yang menutup kita untuk mendapatkan akses terhadap suatu pengetahuan dan budaya dari negara lain Kata globalisasi jika ditelaah berasal dari kata globe yang bermakna dunia, maka secara harfiah globalisasi bisa dikatakan sebagai proses mendunia. Sebagian pemikir berpendapat bahwa globalisasi merupakan sebuah proses kehidupan yang menghubungkan seluruh bangsa dan negara di dunia menuju ke sebuah tatanan kehidupan baru yang bisa menghapus batas geografi, ekonomi dan sosial budaya. Akibatnya, kini globalisasi masuk dan mempengaruhi berbagai bidang arus globalisasi yang masuk ke berbagai bidang kehidupan merupakan hal yang tidak dapat dihindari di era yang serba modern ini. Pengaruh globalisasi berdampak di berbagai bidang baik positif maupun negatif, contohnya dampak globalisasi di bidang ekonomi yang memunculkan kebebasan di pasar internasional dan kemudahan ekspor-impor sebagai dampak positif serta memunculkan dampak negatif lain seperti kegiatan impor yang melebihi ekspor. Dampak positif tersebut tentu sangat baik dan bermanfaat, namun dampak negatif dari globalisasi perlu ditindak lanjuti karena sangat budaya merupakan salah satu bidang kehidupan yang tidak luput dari pengaruh globalisasi. Globalisasi yang terjadi dalam bidang sosial budaya berhubungan dengan proses sosialisasi serta proses silang budaya antar bangsa lintas negara. Tentu pengaruh globalisasi ini memberi dampak positif dan juga dampak negatif. Lalu seperti apa dampak positif maupun negatif yang ditimbulkan globalisasi di bidang sosial budaya? Dalam artikel kali ini akan diulas secara lengkap mengenai dampak yang ditimbulkan oleh globalisasi di bidang sosial budaya, baik dampak positif maupun dampak Positif Globalisasi di Bidang Sosial Budaya Kemudahan dalam Pertukaran Budaya InternasionalKemajuan teknologi dan pendidikan di era globalisasi menjadi pemicu dalam pertukaran budaya di negara seluruh dunia. Kini kita dapat melihat dan mempelajari kebudayaan dari seluruh dunia hanya melalui media internet tanpa harus pergi ke luar negeri. Mudahnya akses bepergian ke luar negeri juga bisa menjadi pemicunya, seperti orang dari luar negeri yang datang ke Indonesia dan membawa serta kebudayaan dan kesenian dari negara asalnya. Orang tersebut bisa memperkenalkan kebudayaan dan keseniannya ke masyarakat Indonesia dan jika kebudayaan atau kesenian tersebut cocok dengan masyarakat Indonesia dapat memicu terjadinya akulturasi pelajar di dunia pendidikan juga bisa menjadi media pertukaran dunia di seluruh dunia. Pelajar yang berkesempatan ke luar negeri bisa mengajarkan kebudayaan atau kesenian dari negara asalnya, sekaligus mempelajari kebudayaan dan kesenian dari negara lain. Tentu hal semacam ini bisa memberikan dampak melek budaya bagi setiap orang dan bisa menumbuhkan sikap toleran antar umat manusia. Dengan adanya sikap toleran tentu akan menumbuhkan rasa solidaritas antar bangsa di dunia. Menjunjung Tinggi Pelaksanaan HAMPemikiran masyarakat yang maju di era globalisasi ini membuka pikiran akan kepedulian terhadap kasus-kasus kekerasan Hak Asasi Manusia HAM di berbagai belahan dunia, seperti kasus kekerasan di negara-negara afrika. Selain itu, pelbagai konflik di planet bumi yang dilatarbelakangi oleh perebutan wilayah dan sumber daya alam menjadi pemicu kepedulian dalam hal kemanusiaan, karena konflik-konflik tersebut memakan korban jiwa yang tidak sedikit. Hal ini mendorong solidaritas dari pelbagai negara untuk mewujudkan pengakuan HAM bagi seluruh manusia di seluruh dunia tanpa terkecuali, baik di negara maju maupun negara berkembang. Hadirnya globalisasi seakan menghubungkan seluruh bangsa dan negara menuju ke sebuah tatanan kehidupan baru yang bercita-cita mewujudkan perdamaian dunia. Memicu Pembaharuan KesenianHadirnya pelbagai tontonan dan hiburan baru yang lebih modern di era globalisasi berimbas pada redupnya kesenian-kesenian tradisional, khususnya kesenian di Indonesia. Minat masyarakat yang menurun disebabkan oleh pengaruh budaya luar yang lebih diminati dan kebosanan masyarakat akan hiburan tradisional di Indonesia. Tentu hal ini menjadi masalah besar bagi pelaku kesenian di Indonesia karena perlahan dapat mematikan kegiatan seni tradisional di Indonesia. Namun demikian, redupnya eksistensi kesenian tradisional di Indonesia menjadi pemicu bagi beberapa pelaku seni di Indonesia untuk melakukan pembaharuan bagi kesenian tradisional di kesenian pun sangat beragam, tergantung dari siapa pelakunya, misalnya musik gamelan yang dipadukan dengan musik modern atau orkestra, tari-tari tradisional yang dikemas ulang dengan pemangkasan alur cerita, penyegaran kostum, dan pembaharuan gerak yang diadaptasi dari gerak tari tradisional, serta pertunjukan wayang yang memadukan sisi tradisional dan teknologi. Perkembangan zaman tentu harus disikapi dengan bijak oleh pelaku seni di Indonesia, karena jika tidak mengikuti perkembangan zaman, maka pelaku seni tersebut akan meredup dengan sendirinya. Mendorong Penyetaraan GenderMajunya pola pikir manusia di era globalisasi mendorong terciptanya kesetaraan gender di masyarakat. Wanita yang awalnya selalu dinomorduakan dalam kehidupan, kini sudah mendapat pengakuan. Penyetaraan gender menjadi isu sosial yang positif dari dampak globalisasi di bidang sosial budaya. Wanita kini tidak lagi dipandang sebelah mata dan tidak hanya dipandang sebagai objek, melainkan wanita mempunyai peran yang sama dengan pria dalam kehidupan sehari-hari. Penyetaraan gender ini memicu wanita untuk berkarya dan berkarir dengan leluasa. Bahkan, wanita kini bisa menjadi kepala daerah maupun presiden, sebagai contoh beberapa negara berkembang di asia tenggara, termasuk Indonesia, pernah dipimpin oleh presiden wanita. Sektor Pariwisata Semakin BerkembangGlobalisasi memberi dampak positif bagi sektor pariwisata, karena dengan kemajuan teknologi pariwisata dapat dipromosikan dengan mudah, cepat dan murah. Tentu dengan promosi berbasis teknologi bisa mendatangkan wisatawan dengan mudah, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Selain itu, berkembangnya sektor pariwisata disebabkan oleh masyarakat sekitar yang sadar akan potensi wisata. Di Indonesia, masyarakat di sekitar tempat wisata biasanya membentuk kelompok sadar wisata pokdarwis yang mengelola dan menjaga tempat pariwisata. Masyarakat tersebut sadar bahwa pariwisata bisa menjadi penunjang ekonomi bahkan bisa menambah pendapatan Negatif Globalisasi di Bidang Sosial Budaya1. Munculnya Sikap Individualisme, Konsumtif dan MatrealisPengaruh globalisasi di bidang sosial budaya memunculkan pelbagai sikap buruk manusia, seperti sikap individualisme, konsumtif dan matrealis. Perkembangan zaman memicu manusia untuk bekerja keras agar bisa mendapatkan uang untuk bertahan hidup, hal ini memicu munculnya sikap individualisme bagi setiap orang. Tentu sikap ini menghilangkan semangat gotong royong dan sifat kekeluargaan yang dimiliki oleh manusia sebagai makhluk sosial. Sikap konsumtif dan matrealis akibat dari pengaruh luar juga dapat merugikan manusia itu sendiri, akibatnya manusia hanya akan mementingkan segala hal dari segi keuntungannya Lunturnya Nilai-Nilai KeagamaanSikap individualisme, konsumtif dan matrealis yang terbentuk akibat dari dampak negatif globalisasi memungkin nilai-nilai keagamaan tidak lagi diutamakan. Sibuknya kegiatan manusia di zaman modern ini juga bisa menghambat mereka untuk beribadah. Manusia-manusia di dunia dituntut untuk berkompetisi agar bisa bertahan hidup di dunia, bahkan konflik-konflik di dunia yang dilatarbelakangi perebutan kekuasaan sering terjadi pembantaian manusia tidak berdosa yang mengesampingkan nilai keagamaan dan nilai Pudarnya Nilai-Nilai Budaya LokalHadirnya pengaruh budaya luar di sebuah negara dapat mempengaruhi pudarnya nilai-nilai budaya lokal di negara tersebut. Misalnya tata krama dan sopan santun yang menjadi nilai budaya di Indonesia, kini sudah dipinggirkan oleh pemuda-pemuda bangsa, karena gencarnya pengaruh budaya barat yang meracuni pemuda bangsa. Selain itu, akibat dari globalisasi di bidang sosial budaya, baju-baju adat yang menjadi ciri khas suku bangsa di pulau Jawa sudah jarang digunakan karena dianggap kuno dan tidak menarik, sementara orang-orang kini lebih suka berdandan mengikuti fashion dari artis yang Hilangnya Kesenian TradisionalBerkurangnya minat masyarakat terhadap kesenian tradisional bisa menjadi penyebab kesenian tradisional mati dan hilang. Hadirnya hiburan baru dan modern dirasa lebih menarik perhatian masyarakat, sementara kesenian tradisional yang tidak melakukan pembaharuan akan dirasa membosankan dan tidak diminati lagi. Akibatnya, sebuah kesenian tradisional akan mati dan tidak dipentaskan karena kurangnya modal untuk menghidupi kesenian tradisional tersebut. Tentu hal ini perlu menjadi perhatian bagi kita semua untuk lebih mencintai budaya dan kesenian lokal, dan tidak perlu menunggu negara tetangga mengklaim kesenian lokal agar kita menjadi latah dalam mencitai budaya dan kesenian Rusaknya Moral MasyarakatPengaruh buruk dari luar yang selalu dipertontonkan di media internet dan televisi dapat dengan mudah diakses oleh semua orang dan dapat mempengaruhi orang yang melihatnya. Sebagai contoh di era yang serba modern ini gaya hidup masyarakat Indonesia banyak yang meniru gaya hidup orang barat, padahal gaya hidup tersebut tidak semuanya sesuai dengan norma di masyarakat. Banyak orang-orang di Indonesia yang meniru budaya barat, seperti seks bebas, alkohol dan narkoba. Tentu hal ini sangat merugikan bagi orang tersebut dan juga dapat merugikan negara. Pemuda bangsa saat ini perlu mendapatkan perhatian khusus karena kemajuan zaman dapat menimbulkan dampak negatif yaitu merusak moral itulah pembahasan dari dampak globalisasi di bidang sosial budaya, baik dampak positif yang berguna dan bermanfaat, maupun dampak negatif yang bisa sangat merugikan. Semoga artikel ini bermanfaat. Adapuntujuan dari pembuatan makalah ini antara lain adalah untuk mengetahui, memahami, serta membahas tentang: 1. Pengertian globalisasi atau hakikat globalisasi. 2. Dampak positif dan negatif dari Globalisasi khususnya lingkungan hidup. 3. Menjelaskan tentang proses globalisasi.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Bagaimana budaya barat bisa masuk ke berbagai negara di dunia ini? tentu saja jawabannya yaitu karena adanya Globalisasi. Lodge 1991 mendefinisikan globalisasi merupakan sebagai suatu proses yang menempatkan masyarakat dunia bisa menjangkau satu dengan yang lain atau saling terhubungkan dalam semua aspek kehidupan mereka, baik dalam budaya, ekonomi, politik, teknologi maupun lingkungan. Berdasarkan pengertian di atas saya akan membahas tentang budaya barat yang mempengaruhi masyarakat di berbagai Barat yang dipimpin oleh ,Amerika Serikat mendominasi jaringan hiburan dan informasi dunia. Perusahaan-perusahaan Barat adalah pemain global utama di sebagian besar sektor media penerbitan buku, kantor berita, surat kabar dan majalah internasional, saluran radio dan televisi dan program, musik, iklan dan film. Selain menunjukkan validitas argumen para ahli teori ketergantungan dan para pendukung NWICO, menunjukkan bahwa kontrol Barat dan kemampuannya untuk mengatur agenda perdebatan komunikasi internasional, pada kenyataannya barat memimpin market place, menjadikan banyak negara untuk selalu mengikuti perkembangan yang ada di barat. Sehingga negara barat berperan sebagai produsen dan negara-negara lain berperan sebagai konsumen. Dimana negara-negara barat yang lebih kompeten di dalam berbagai indusrti, hal ini menjadikan banyak negara bergantung pada mereka. Salah satu kesuksesan budaya barat yaitu pada dunia film, banyak film-film barat yang sukses masuk ke banyak negara di dunia. Namun untuk masuk ke negara-negara yang tentunya memiliki perbedaan bahasa, industri perfilman di semua negara melakukan tahap menerjemahkan bahasa mereka ke dalam bahasa negara yang dituju. Contohnya yaitu pada negara Rusia. Masha and The Bear, film ini adalah produksi dari negara Rusia. Awal masuk di Indonesia film Masha and The Bear berbahasa rusia namun diberikan terjemahan subtitle bahasa Indonesia agar bisa ditonton dan dimengerti oleh masyarakat Indonesia. Kemudian film ini sukses dan banyak digemari banyak anak-anak sehingga disajikan dengan suara yang menggunakan bahasa Indonesia atau biasa disebut dubbing. Dengan begitu anak-anak yang belum bisa membaca bisa mengerti bahasa dalam film yang dunia perfilman negara Amerika sukses membawa merk dagang makanan mereka ke banyak belahan di dunia. Salah satunya yaitu McDonald's Corporation NYSE MCD adalah waralaba rumah makan siap saji terbesar di dunia. Perusahaan ini di dirikan di Amerika. Perusahaan pendirian Amerika ini telah muncul di banyak negara di dunia. Keberadaannya pun menjadikan McDonald's di berbagai daerah mempunyai pilihan menu yang berbeda pula. Hal ini didasarkan atas perbedaan budaya di tiap-tiap negara. Perusahaan milik Amerika ini memberikan kebebesan kepada cabang miliknya di negara tertentu untuk menentukan pilihan menu yang sesuai di lidah masyarakat di negara tersebut. Di India burger yang dijual oleh McDonald's tidak berisi daging sapi, sedangkan di Indonesia McDonald's identik dengan ayam dan nasi. Hal ini disebabkan karna perbedaan latar belakang budaya pada India dan hal tersebut di lakukan perusahaan agar produk-produk yang dimilikinya di terima dengan baik oleh masyarakat di negara tempat mereka berbisnis. Hal ini disebut dengan proses lokalisasi. Dimana untuk mengenalkan produksi suatu negara ke negara lain tentunya harus menyesuaikan dengan budaya yang ada pada negara tersebut agar dapat diterima oleh masyarakat 1 2 Lihat Pendidikan Selengkapnya
.